Renungan Tentang Kemerdekaan

Kita selalu memikirkan proklamasi dengan renungan beratnya jaman penjajahan. Orang orang Belanda dan Jepang adalah musuh yang yang harus dibasmi habis. Bahkan ketika malam menjelang pagi tanggal 17 Agustus 1945. Para golongan muda masih mencari musuh bersama, yakni golongan tua yang dianggap sebagai kaki tangan Jepang. Padahal tujuannya sama sama mulia. Ingin secepatnya memerdekan Indonesia.

Sejak awal para golongan muda sudah merasa Soekarno, Hatta dan golongan tua lainnya sebagai pengecut, tidak percaya diri karena masih tergantung dengan panitia persiapan kemerdekaan bentukan Jepang. Lihat saja teks proklamasi versi Sukarni yang mewakili golongan muda “ Bahwa dengan ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Segala badan badan Pemerintah yang ada harus direbut oleh rakyat, dari orang orang asing yang masih mempertahankannya “.

Isi teks ini tentu saja tidak memuaskan Soekarno – Hatta yang khawatir jika Jepang akan menghantam rakyat habis habisan. Adu urat leher menjelang sahur, akhirnya mencapai kesepakatan. Sayuti Malik mengetik naskah proklamasi tersebut. “ Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal hal yang mengenai perpindahan kekuasaan dan lain lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya “.

Tepat pukul 4 dini hari, Soekarno membacakan naskah ini di hadapan peserta sidang dengan tempo yang perlahan, agar semua bisa menangkap kata demi kata sampai habis. Lagi lagi Sukarni mendebatnya. Ia mengatakan teks ini lemah, tidak revolusiner dan tidak memiliki kepercayaan diri sendiri, untuk lepas dari kekuasaan Jepang. Namun golongan tua yang lebih rasional dan mengutamakan keamanan diatas segalanya mempertahankan teks proklamasi yang sudah jadi.

Sekarang dengan segala pencapaian bangsa ini. Kita sesungguhnya tidak pernah percaya diri. Musuh penjajah telah tiada. Tetapi manusia selalu memerlukan musuh. Tanpa musuh hidup terasa hambar dan tak ada gairah.
Jadilah di time line kita menemukan musuh musuh. Tiba tiba saya sadar betapa nyinyir-nya saya. Dengan mudah kita memilih siapa yang akan kita caci maki. Fauzi Bowo, adalah musuh bagi mereka yang mendambakan bisa memacu mobilnya 50 km perjam di jalanan Jakarta. Kita menciptakan musuh lainnya. Arab arab yang telah memperkosa dan memukuli wanita wanita desa yang rela menjadi babu disana. Kita bukan menyalahkan kenapa negeri ini tidak bisa memberi hidup yang layak. Sehingga para wanita itu rela meninggalkan suami dan anaknya demi segepok real dan dollar.

Ada juga yang memiliki musuh abadi. Amerika dengan segala macam produk baratnya yang mengancam identitas budaya dan moral bangsa. Lucunya mereka juga berburu kuis kuis berhadiah Ipad. Jadi kalau sekarang kita masih takut pengaruh, takut dengan dampak barat artinya kita masih belum menjadi diri kita sendiri. Masih trauma dengan mimpi buruk penjajahan. Padahal kita telah merdeka.

Kita juga memiliki musuh musuh baru. Gambar gambar brengsek tentang institusi lembaga negara. DPR yang korup, juga polisi yang pilih kasih. Walau tidak semua anggota DPR seperti Nazarudin. Juga tidak semua korps Bhayangkara seperti perwira perwira Polisi yang menerima sogokan motor Harley Davidson.

Ini mungkin gejala kita tidak pernah percaya diri. Mungkin tidak bisa disalahkan, keran akumulasi kekecewaan yang mendalam. Namun kita lupa musuh sesungguhnya adalah kebodohan dan kemiskinan. Kita membiarkan bangsa kita bodoh sehingga tak bisa membedakan mana emas atau loyang ketika masa pemilihan umum. Kita juga diam diam masih berusaha menyogok 50 ribu kepada Polisi, daripada repot repot menghadiri sidang di pengadilan. Kita juga lebih senang dengan proses instant. Misalnya mengumpulkan sekian milyar untuk sumbangan TKI yang diancam hukuman mati, daripada menggunakan proses advokasi atau hubungan antar Pemerintahan. Bayangkan kita masih memiliki ratusan TKI yang masih antri di penjara Arab menunggu putusan.

Sudah saatnya kita kembali ke nurani. Hati nurani kita memang tidak mengajarkan untuk tidak semata mengejar kenikmatan duniawi, tetapi juga bukan mencari musuh yang tidak perlu. Kesederhanaan adalah ciri orang orang merdeka. Yang tak perlu menjadi center of universe atas nama kemanusiaan. Menjadi dirinya sendiri, tanpa pamrih harus gembar gembor atas nama kemandirian. Mandiri yang mana?

dibawah bendera revolusiKita tak pernah bisa memperbaiki sistem yang bobrok tanpa aksi. Kebanyakan nyinyir tidak akan menyelesaikan masalah. Dalam spanduk spanduk yang dibentangkan oleh Kabinet Hatta “ Untuk mencapai Demokrasi yang sempurna, berantaslah buta huruf “. Maka Bung Karno turun tangan sendiri, mengajar membaca a-u-i-e-o-b-c-d di alun alun Jogyakarta. Para Tuan dan Nyonya yang ingin jalanan lancar, tak mau berkorban untuk sekali waktu memarkir mobilnya di garasi saja, dan mencoba metromini yang sumpek atau bus way.

Subuh 66 tahun yang lalu, sebelum pulang ke rumah masing masing, Soekarno dan Hatta menyelesaikan pekerjaan besarnya dengan menikmati sahur berdua di dapur rumah Laksamana Maeda. Suhu badan Soekarno masih tinggi karena demam yang belum sembuh. Mereka duduk sendiri tanpa bercakap cakap. Terlalu lelah hari itu. Namun jalan pikiran mereka tetap menerawang. Bertanya tanya, siapa musuh musuh kemerdekaan kelak. Sampai hari ini kita masih terbata-bata menjawab pertanyaan mereka.

11:19 AM | Posted in , | Read More »

Bocah Misterius Yang Mengaku Berasal dari Mars

Bocah Yang Mengaku Dari Mars, Belum lama ini, pesawat penjelajah antariksa Amerika dan Eropa secara berturut-turut berhasil mendarat di Mars, tujuannya adalah hendak mencari tanda-tanda kehidupan di planet itu.

Menurut laporan Truth Report Rusia pada tanggal 12 Maret 2004, disebutkan bahwa seorang anak lelaki berusia 7 tahun di kawasan utara Rusia mengaku dirinya berasal dari Mars, bahkan memiliki bakat bawaan yang menakjubkan dan kepandaian yang luar biasa. Borischa, demikian nama bocah dari planet lain itu melakukan perjalanan yang jauh dan sulit hingga tiba di kawasan yang penuh dengan misteri itu.

Harian itu melaporkan, bahwa seorang saksi mata mengatakan, saat itu di suatu malam yang hening, orang-orang yang berkemah duduk di hadapan api unggun berbincang-bincang. Tiba-tiba, Borischa berdiri membungkukkan badan, dengan suara nyaring membangkitkan perhatian setiap orang, semua orang dengan perasaan tertarik memandanginya. Saksi mata mengatakan: "Ternyata, ia bermaksud memberitahu kepada mereka tentang kehidupan penduduk di planet Mars, serta pengalaman legendaris mereka terbang menuju bumi." Dalam sekejap itu, lokasi api unggun tenggelam dalam kesunyian.

Dan yang lebih fantastis lagi adalah, bocah laki-laki ini bahkan secara hidup menceritakan tentang daratan misterius Limoliya yang tenggelam di dasar laut dalam legenda kuno manusia. Dan menurut penuturan bocah laki-laki ini, ketika ia tiba di bumi dari planet Mars persis mendarat di sana, dan memahami sekali kehidupan di sana.

Banyak orang secara mengejutkan menemukan, bahwa bocah laki-laki misterius ini sedikitnya memiliki 2 ciri khas. Pertama, Borischa memiliki pengetahuan yang luar biasa, inteligensinya jelas lebih tinggi levelnya daripada seorang bocah biasa sebayanya. Limoliya adalah negeri misterius dalam legenda minimal 800 ribu tahun silam, jangankan anak-anak, bahkan profesor universitas pun mustahil semuanya bisa tahu, dan ia secara terperinci dan dengan paham sekali menceritakan sejarah, kebudayaan dan penduduk negeri yang kuno ini. Dan ciri khas kedua yang menimbulkan perhatian adalah, bocah laki-laki ini memiliki kemampuan penyampaian dengan bahasa yang membuat orang kagum. Ia menguasai berbagai macam istilah kejuruan, memahami data-data dengan tepat dan cermat, bahkan mengetahui secara jelas tentang sejarah bumi dan planet Mars.

Seorang saksi mata mengatakan, "Manurut saya, ketika bocah ini membicarakan memori pribadi dari kehidupan terdahulu pada kami, bukan bicara sembarangan dan tidak berdasar."

Menurut laporan, Borischa yang misterius lahir di sebuah rumah sakit di pedesaan terpencil di kota kecil Rusia pada tanggal 11 Januari 1996. Secara permukaan terlihat orang tuanya cukup bersahaja, lugu dan baik hati. Ibunya, Nadezhda adalah orang baik, seorang dokter kulit di sebuah rumah sakit umum. Sedangkan ayah sang bocah adalah seorang pensiunan perwira tentara.

Nadezhda mengenang, setelah 15 hari kelahiran, Borischa sudah bisa menengadahkan kepalanya. Namun, yang menakjubkan adalah ketika ia berusia 1,5 tahun sudah bisa membaca dan memahami judul berita yang ada di koran. Dan 2 tahun kemudian, Borischa memiliki daya ingat yang luar biasa, serta kemampuan menguasai pengetahuan baru yang sulit dipercaya. Kemudian, dengan cepat orang tuanya mengetahui, bahwa anak mereka dengan suatu cara yang unik --dari suatu tempat yang misterius-- mendapatkan informasi.

Nadezhda mengenang kembali dan mengatakan: "Tidak pernah ada orang yang mengajarinya tentang hal-hal itu, namun kadang kala ia melipat kaki dan duduk menyilang, bicara dengan tenang dan penuh keyakinan akan hal-hal yang merawak rambang. Ia suka bicara tentang planet Mars, sistem planet, dan peradaban yang sangat jauh sekali. Kami benar-benar tidak berani percaya dengan pendengaran kami. Sejak usia 2 tahun, setiap hari ia seperti membaca kitab suci membicarakan tentang alam semesta, dan kisah dunia lainnya yang tak terhitung banyaknya juga tentang angkasa yang tiada batasnya."

Sejak saat itulah, Borischa terus berkata pada orang tuanya, bahwa dulu ia tinggal di planet Mars. Ketika itu, ada sejenis manusia tinggal di planet Mars, oleh karena terjadi sebuah bencana dahsyat yang mematikan, lapisan atmosfer di atas planet Mars lenyap total, sehingga penduduk di atas planet Mars itu terpaksa harus hidup di kota bawah tanah. Dan sejak itu, ia sering keluar berdagang dan berkunjung ke bumi dengan tujuan mengadakan penelitian, lagi pula ia hanya seorang diri mengendarai pesawat antariksa.

Menurut penuturan Borischa, bahwa semua ini terjadi pada masa makmur peradaban Limoliya. Waktu itu, ia memiliki seorang sahabat karib di Limoliya, namun temannya ini tewas di hadapannya. Borischa mengenang kembali dan mengatakan: "Waktu itu, di atas bumi telah terjadi suatu bencana dahsyat, sebuah daratan yang mahabesar bagaikan ditelan oleh hujan badai laut. Tiba-tiba, sebuah batu raksasa menghantam sebuah bangunan, dan secara kebetulan teman saya berada di sana, saya sama sekali tidak sempat menyelamatkannya." Dengan hidup bocah laki-laki ini menceritakan seluruh pemandangan hilangnya Limoliya, bagaikan baru terjadi kemarin.

Borischa mengatakan, bahwa pesawat ulang-alik mereka, hampir dalam sekejap telah rampung dalam suatu perjalanan sejak tinggal landas dari planet Mars hingga mendarat di bumi. Bersama itu, ia mengeluarkan sebatang kapur tulis dan melukis sebuah benda yang berbentuk bulat di atas papan tulis. Ia mengatakan: "Pesawat ruang angkasa kami dibentuk dari 6 lapisan, lapisan luar mendominasi 25%, dibuat dari metal yang kokoh. Lapisan ke-2 mendominasi 30%, dibuat dari bahan yang menyerupai karet. Lapisan ke-3 mendominasi 30%, juga terbuat dari metalc dan lapisan terakhir hanya mendominasi 4%, dibuat dari bahan magnetisme khusus. Jika kami mengisi penuh energi pada lapisan magnetisme ini, maka pesawat ruang angkasa bisa terbang menuju ke mana pun di alam semesta ini."

Dengan agak serius Borischa juga memrediksi dan mengatakan, bahwa pada tahun 2009 akan terjadi bencana besar yang pertama kalinya di sebuah daratan di atas bumi, dan bencana kedua kalinya yang lebih menghancurkan lagi akan terjadi pada tahun 2013

Sumber: blogger

3:49 AM | Posted in , | Read More »

8 Kebiasaan Cewek Ketika Pacaran

1. Ingin Mengubah Sifat dan Kebiasaan Cowok

Cewek yang selalu maunya mengubah cowoknya adalah cewek yang bawel, cerewet, banyak bacot, dan full of crap. Kebiasaan yang dalam bahasa Inggrisnya disebut “nagging” ini pada akhirnya akan mengurangi daya tarik kamu secara drastis. Maka dari itu, kalau kamu mau cowok yang rapi, cari cowok yang rapi. Kalau mau cowok yang bersih, cari cowok yang bersih! Kalau mau yang kaya, cari yang kaya! Kalau mau cowok yang nurut, cari yang nurut.

2. Menomorduakan Cowok

Cowok mana sih yang mau aja dinomorduakan, dinomortigakan, atau diberi prioritas yang lebih rendah lagi dalam dunia seorang cewek? Jawabannya hanya ada satu. Cowok lossy! Pada dasarnya cowok memilih lebih baik dia mencari cewek lain lagi di mana dia selalu menjadi nomor satu.

3. Ngambek Tujuh Hari & Tujuh Malam

Kamu pikir cowok suka sama cewek yang sekali marah bisa ngambek tujuh hari dan tujuh malam? Misalnya saya yang jadi cowoknya sih, kalau kamu mau begitu ya terserah. Mendingan selama kamu lagi ngambek, saya cari cadangan pengganti kamu. Kecuali pacar kamu adalah seorang cowok lossy, salah salah begitu ngambek kamu hilang, kesabaran dia pun udah hilang.

4. Menuntut Cowok untuk Membaca Pikiran Cewek

Kalau cowok salah beli hadiah ulang tahun kamu, kamu bilang dia nggak memperhatikan kesukaan kamu. Kalau dia pilih pergi sama temannya gara gara kamu bilang terserah dia mau ke mana, kamu bilang dia lebih mementingkan temannya.Kalau dia ajak kamu makan di restoran yang salah, kamu bilang dia nggak tau makanan kesukaan kamu. Kalau dia berkeras traktir kamu melulu, kamu bilang dia ada maunya. Cewek sering protes kalau cowoknya nggak punya ide, tapi cewek sendiri kalau punya ide nggak mau bilang terang terangan. Mungkin cowok dan cewek nggak jauh berbeda, tapi paling nggak, cowok umumnya nggak ngambek kalau ceweknya salah menebak keinginannya. Karena itu ya cewek cewek, jangan harapkan cowok
kamu untuk bisa membaca pikiran kamu. Kemungkinan besar mereka nggak akan pernah bisa!

5. Menyebut Kekurangan Cowoknya di Depan Umum

Cowok yang mau dipermalukan oleh ceweknya di depan umum adalah cowok lossy, dan itu udah nggak ada tawar menawar lagi. Kalau cowok kamu kabur gara gara ini, mungkin kamu perlu pasang rem yang pakem di mulut kamu. Yang perlu kamu jaga adalah hal hal yang sifatnya pribadi. Kalau kamu merasa bahwa kamu sering mempermalukan cowok kamu di depan umum, mungkin ini pertanda tidak puasnya kamu terhadap hubungan kamu berdua. Coba kamu pikir baikbaik dan analisa apa yang kurang, daripada hanya bisa buka mulut dan nggak mengerjakan apa apa.

6. Berpandangan Bahwa Cowok Harus Selalu Membayar

Hanya ada satu situasi di mana cewek sama sekali nggak keberatan membayar: kalau untuk keperluannya sendiri. Apakah kamu cewek yang seperti ini? Kalau kamu jawab iya, artinya kamu adalah seorang gold digger. Kalau cewek mau disejajarkan dengan cowok, kenapa nggak traktir cowok sesering cowok traktir cewek? Kenapa cowok harus membayar melulu? Hubungan percintaan yang benar adalag saling memberi dan menerima dan bukan menerima terus atau memberi terus.

7. Terlalu Mementingkan Teman Teman

Cewek sesekali boleh mementingkan kepentingan sobat sobat cewek Anda tapi jika kamu sebagai cewek terus atau sering berperilaku seperti ini maka jangan salah jika cowok anda meninggalkan anda.

8. Harus Diperlakukan Seperti Ratu Agung

Kalau kamu maunya diperlakukan seperti ratu agung terus menerus, artinya kamu adalah cewek yang maunya menerima melulu dan jarang mau memberi. Mengapa cewek menuntut untuk disamakan dengan cowok dan secara bersamaan juga minta ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi seperti ratu agung? Mana konsistensinya? Inilah bukti di mana cewek tipe ini hanya mau enaknya saja. Kalau kamu cewek yang selalu minta diperlakukan seperti ratu agung, mungkin kamu perlu segera mulai memperlakukan cowok kamu seperti
raja agung sebelum dia kabur.

3:42 AM | Posted in | Read More »

Ucapan Selamat Idul Fitri 1432 H



Bila kata merangkai dusta..
Bila langkah membekas lara...
Bila hati penuh prasangka...
Dan bila ada langkah yang menoreh luka.
Mohon bukakan pintu maaf...
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

---

Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah ada
Tuk khilaf yg sempat terucap
Pintu maaf selalu kuharap
Met Idul Fitri

---

Faith makes all things possible.Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Iedul Fitri.

---

Melati semerbak harum mewangi
Sebagai penghias di hari fitri
SMS ini hadir pengganti diri
Ulurkan tangan silaturahmi.
Selamat Idul Fitri

---

Andai jemari tak sempat berjabat.
Jika raga tak bisa bersua.
Bila ada kata membekas luka.
Semoga pintu maaf masih terbuka.
Selamat Idul Fitri

---

Gadis menyulam diatas kain
seindah bunga dlm jambangan.
Walo hanya sms yg sy kirim
serasa qt brjabat tangan.
MinalAidzinWalFaidzin.
Mhn maaf lahir&batin ya.

---

Bila da lngkah mmbekas lara.
da kt mnusuk sukma.
da tingkah mnoreh luka.
Mhn dmaafkn sgl kekhilafn.
MinalAidzin WalFaidzin.
MhnMaafLhr & Btn

---

Waktu mengalir bagaikan air Ramadhan suci akan berakhir Tuk salah yg pernah Tuk khilaf yg sempat terucap Pintu maaf selalu kuharap Met Idul Fitri

---

MTV bilang kalo mo minta maap g ush nunggu lebaran, Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan, Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl blg, Org jujur ga perlu malu utk minta maap, Jd krn mrs sbg anak nongkrong yg jujur, keren cakep dan baek ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir dan batin

---

Seiring cahaya rahmat bulan Syawal,kuberi maafku setulus lahirmu dan kupinta maafmu sedalam batinku. Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1432H Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.

---

Keindahan ramadhan tetap bersinar seiring datangnya hari yang fitri. 
Selamat Idul Fitri 1432H Minal aidin wal faizin. 
Mohon maaf lahir dan batin terucap setulus hati untukmu sahabat.

---

Salah kata pernah terucap, salah sikap pernah terungkap, kembali fitrah selalu di harap 
Selamat Idul Fitri 1432H, Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.

---

Sayup terdengar takbir berkumandang
Tanda Ramadhan akan lewat
Ampunan diharap, barokah didapat
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin

---

Ketupat udah dipotong
Opor udah dibikin
Nastar udah dimeja
Kacang udah digaremin
Gak afdhol kalo gak Minal Aidin wal Faizin
Taqobalallahu minna wa minkum

---

Orang yang paling mulia adalah
Orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain
Bersihkan diri, sucikan hati Di hari yang Fitri ini.

---

3:18 AM | Posted in , | Read More »

Kumpulan Puisi Selamat Hari Raya Idul Fitri


Langit lebaran telah dibentangkan
bumi lebaran telah dihamparkan
kudoakan hatimu seluas langit dan bumi
cukup untuk menampung dan mengampuni
semua tindakanku padamu yang menyakiti

Idul fitri telah menghampiri
para pecinta Tuhan sejati
yang sebulan memberi bukti
dengan amalan tanda berbakti
pada Ilahi yang Mahasuci
Mohon dirimu sudi melengkapi
dengan mengampuni segala salah
yang kuperbuat selama ini

Seiring terbitnya matahari pagi
mohon dirimu sudi mengampuni
dosa-dosaku yang telah mengotori
hubungan kita selama ini

Di hari lebaran
mengemis kemurahan Tuhan
agar kita dikaruniai cinta sejati
bukan cinta basa-basi
hanya dimulut dan dalam hati
tanpa bukti berbakti pada Ilahi

Perjalanan panjang
di Bulan Ramadhan
tempat cinta dibuktikan
dengan amal perbuatan
Semoga membuat kita
berhak menjadi kekasih Tuhan

Lebaran kita berjabat tangan
untuk saling memaafkan
segala salah dan kekhilafan
Semoga segala amal perbuatan
selama bulan Ramadhan
dicatat sebagai pemberat timbangan
amal kebaikan untuk hari kemudian.

Idul fitri kita saling memaafkan
segala kesalahan mohon dihapuskan
Kita jalani hari baru tempuh masa depan
dengan hati murni setelah puasa sebulan.

Bolehlah kita mengaku pecinta Tuhan
asal terbukti dalam amal perbuatan
bukan sekedar di lisan dan alam pikiran
Selamat hari lebaran
segala kesalahan mohon dimaafkan
kita mulai hari baru raih masa depan.

Cinta pada Tuhan telah kita buktikan
dengan amalan selama Ramadhan.
Karena cinta hanya di lisan
atau cinta hanya di hati dan perasaan
tanpa didukung amal perbuatan
yang sesuai perintah Al Quran
tak lebih dari cinta dalam angan-angan

Puasa sebulan tempat menyadarkan manusia
bahwa cinta dan merasa dekat dengan-Nya
hanyalah fatamorgana yang membuat terlena
bila tidak terbukti dalam amal nyata
sesuai perintah dalam kitab suci-Nya

Lebaran adalah hari kemenangan
Ramadhan ajang membuktikan
cinta kita pada Tuhan sekedar khayalan
atau cinta sebenar-benar orang beriman
dari amal-amalan selama sebulan.

Lebaran telah tiba
setelah sebulan kita membuktikan
cinta pada Tuhan dengan amalan
berupa sedekah dan shalat malam,
bukan sekedar mengingat nama Tuhan.

Kalau cinta hanya di lisan
Kalau cinta hanya kata-kata menawan
tanpa didukung amal-perbuatan
apalagi berani menentang kebenaran Al Quran
Pantaskah berlebaran
merayakan hari kemenangan

Kita tahu cinta bukan hanya di hati
Karena Tuhan menuntut bukti
dengan waktu malam dan harta pribadi
tidak sayang kita persembahkan buat Ilahi
Semoga di hari fitri ini amal kita menjadi saksi
bahwa cinta kita bukan sekedar wacana dalam hati

Kalau cinta hanya dengan menyebut nama Ilahi
dan mengingat keberadaan-Nya dalam hati
tapi tak peduli firman-firman dalam ayat suci
tapi tak pernah mengikuti sunnah nabi
maka cinta seperti itu bukanlah cinta sejati
yang layak dipersembahkan pada Sang Mahatinggi.
Semoga lebaran hadirkan kesadaran
bahwa cinta kita perlu dibuktikan
dengan amal perbuatan sesuai Al Quran.

Para pengajar kesesatan
ajak tinggalkan Al Quran dan kebenaran
hanya demi dogma-dogma kebebasan
Selamat hari lebaran
segala salah mohon dimaafkan
semoga puasa sebulan
membawa kita mencintai kebenaran

Agama kebebasan meninggalkan ajaran Tuhan
membuat para pengikutnya kebingungan
karena kehilangan Al Quran pegangan kebenaran
Selamat hari lebaran
Segala salah mohon dimaafkan

Ketika orang sesat sedang kebingungan
habiskan waktu untuk melakukan pencarian
dan berunding untuk menentukan kebenaran
Orang yang berpegang teguh pada Al Quran
sibuk beramal dan memajukan ilmu pengetahuan
karena kebenaran telah ditunjukkan Tuhan.
Selamat hari Lebaran
Segala salah mohon dimaafkan
Semoga kita terhindar dari kesesatan.

Orang beriman tak perlu lakukan pencarian
Karena jalan kebenaran telah ditunjukkan Tuhan
pada orang-orang beriman lewat Al Quran
Manusia tinggal mengikuti pedoman jalan
agar meraih sebenar-benar kebahagiaan.
Semoga di hari lebaran
kita makin teguh menempuh jalan kebenaran.

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

2:40 AM | Posted in , , | Read More »

Jodoh

Rasanya aku mengerti apa yang dipikirkan oleh Veronika  saat dia berniat untuk mengakhiri hidupnya. Atau mungkin juga tidak. Tetapi apa yang menghinggapi kepalaku saat ini, kurang lebih sama dengan apa yang ada di kepala pustakawan berusia dua puluh empat tahun itu ketika dia menelan pil-pil tidur kemudian menunggu kedatangan malaikat maut sambil dengan santai membaca artikel tentang Slovenia dalam sebuah majalah bulanan berbahasa Perancis.

Tetapi aku tidak menenggak pil tidur sambil membaca majalah. Malah, aku masih bingung menimbang-nimbang dengan cara apa aku akan menjemput kematianku. Kurasa sangatlah menarik jika kita bisa memilih bagaimana kita mati, pada saat yang bisa kita tentukan sendiri.

Kira-kira, apakah aku akan memilih cara maskulin dan kasar dan berdarah-darah dengan melompat dari ketinggian 23 lantai tempatku bekerja? Ataukah menabrakkan diri ke depan sebuah truk yang melaju kencang? Memenggal leherku sendiri dengan pisau cutter, melibatkan diri dalam bentrokan massal dan mengorbankan diri untuk lebih banyak dipukuli dan ditendangi? Yang terakhir itu pasti bisa dilakukan, mengingat begitu banyaknya tawuran dan unjuk rasa berdarah yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Atau, apakah akan kulakukan dengan cara lembut dan feminin seperti yang dilakukan Veronika? Menikmati obat nyamuk cair yang dicampur dengan mint sahi favoritku, menelan dosis berlebih obat-obat berbahaya dan kadaluarsa? Mengerat pergelangan tangan dengan silet perapi bulu ketiak? Menenggelamkan diri di bath tub?
Belum. Aku belum memutuskan.

Apakah kematian itu sakit? Mereka bilang iya. Namun aku tak tahu, karena aku tak mengenal siapa pun yang kembali dari kematian.

Pada ulang tahun keduapuluhdelapanku yang soliter dan sepi, sebuah pemikiran bersayap muncul dalam kontemplasi malamku. Aku merasa telah cukup. Hidupku tidak bisa lebih berarti lagi dari sekarang. Aku harus berhenti. Aku lelah, dan aku tak ingin hidup lebih lama lagi.

Jika kalian berpikir aku sedang patah hati, kalian salah. Tidak ada pria yang bisa kutangisi saat ini. Aku sendirian. Lajang, cantik, menarik, berada di puncak kematangan, bahagia.  Bahagia? Apakah kebahagiaan itu? Lex Luthor dalam drama seri Smallvile pernah berkata pada Chloe; Kebahagiaan adalah makhluk yang sukar dimengerti. Kita semua mengharapkannya, namun hanya sedikit yang bisa menemukannya. Apakah kebahagiaan yang kurasakan ini hanyalah ilusi? Semu.

Bahagia yang sudah tercemplung dalam zona nyaman sehingga aku lupa bagaimana rasanya. Aku tahu ini bernama bahagia, namun tidak ada rasa lain sebagai pembanding. Mengapa bahagia ini terasa hampa? Apakah sebenarnya aku tengah membohongi diriku sendiri?

Kebetulan saja jika kebosananku ini mirip dengan apa yang dirasakan Veronika. Tak ada niat sedikit pun untuk menjadikan gadis fiktif ciptaan Paulo Coelho itu panutanku hingga aku mengikuti jejaknya bunuh diri. Tetapi, itulah yang berputar-putar riuh di atasku, mencengkeramku seperti tentakel-tentakel gurita. Hidupku terlalu biasa, seolah-olah aku mengulangi kehidupan milik orang lain yang sudah mati.

Tidak ada yang istimewa yang datang kepadaku. Semua ini tak lagi menarik untuk dijalani. Jadi daripada aku buang-buang waktu dan biaya untuk menjalani kehidupan yang biasa-biasa ini, lebih baik aku mati. Biarkan sumber daya alam dimanfatkan oleh orang ambisius yang optimistik. Waktuku telah saatnya diakhiri.

Hidupku bergerak mekanis dengan ritual-ritual monoton yang lama-kelamaan membakar kepalaku pelahan. Aku membayangkan diriku berada dalam sebuah scene film. Saat tokoh utamanya sendirian dan berpikir, tetapi tanpa musik pengiring seperti dalam film. Saat kau tercerap tengelam masuk dalam dirimu sendiri, suara latar adalah bising lalu lintas, derungan mesin kopaja, teriakan pedagang asongan, suara pengamen mengiris-iris telingamu, decitan rem, suara timer menyuruh calon penumpang masuk kopaja tertentu. Suara dentingan sendok dan gelas. Dering telepon genggam. Pemantik api. Sedotan plastik saat menusuk penutup minuman dalam gelas.

Saat kau ingin hening, atau mendengarkan bebunyian yang beradab dari alat musik tertentu, semua suara dunia normallah yang bertubrukan menggetarkan organ korti dalam gendang telingamu.

Semua ritual itu kujalani. Begitu lepas kilatnya waktu melesat, tak ada waktu untuk mengeluh, untuk membanding-bandingkan dengan dunia ideal. Kau dituntut untuk secepat superhero, mengejar sesuatu dengan sangat, tapi malah lupa sedang mengejar apa.
Aku sudah tidak cocok dengan semua kekacauan ini.

Dan karena aku tak dapat menghentikan atau memperlambat dunia, maka aku saja yang akan berhenti. Aku membenci segala sesuatu yang tak dapat kukendalikan. Aku tak suka harus mengenakan topeng setiap saat, mengikis sedikit demi sedikit diriku untuk menyenangkan orang lain. Hanya agar mereka tak menganggapmu bukan bagian dari mereka. Hanya agar kau tak sendiri.

Padahal kenyataannya aku memang sendirian. Aku hanya mencegah mereka mengirimku ke rumah sakit jiwa.

Bagaimana rasanya berada di rumah sakit jiwa? Aku tak ingin tinggal di rumah sakit jiwa. Karena aku tidak gila. Tetapi mengapa rasanya cara berpikirku kini semakin kacau balau seolah-olah memang sudah selayaknya aku tinggal di rumah sakit jiwa?
Aku takut memperlihatkan wujud asliku. Aku takut manusia-manusia di sekitarku menyebar menjauh, menatapku seperti wabah. Aku takut aku akan takut menatap jelmaanku di cermin. Aku takut menjadi gila. Aku takut dianggap tak lazim. Aku takut ditanya dan tak dapat menjawab. Bukan karena aku tak punya jawabannya, tetapi karena aku takut pada efek dari jawaban itu.

Aku bosan berpura-pura. Bermanis-manis. Menjilat. Menyetujui sesuatu yang bertentangan dengan keyakinanku. Munafik.

Tapi itu cara bertahan hidup, dengan menyebar kebohongan, membuat muka palsu, atau menempelkan hidung palsu berwarna merah. Lihat, aku badut yang tersenyum.
Maka aku ingin mati.
Dengan cara apa,
Itu yang sedang aku cari. Mungkin sebentar lagi aku akan tahu.

***

Lantai 13 masih gulita saat aku tiba pagi itu. Cahaya tak datang ke daerah dekat lift karena tak ada jendela di situ. Aku baru bisa melihat saat membuka pintu masuk. Cahaya memantulkan citra yang diserap otakku hingga diterjemahkan menjadi sebuah benda. Sinarnya lemah karena terhalang tirai, meja, dan filing cabinet. Mendekat mejaku yang di sebelah dinding kaca, cahaya semakin kuat. Matahari hangat membanjir disana.

Kunyalakan komputer. Memulai hari membosankan yang sama dengan kemarin. Manager datang, berucap selamat pagi. Sedikit berbasa-basi tentang dua manga yang kutaruh di meja – lupa kusembunyikan. Lalu berceloteh tentang hal-hal yang tak ingin kudengar. Saat ini aku hanya ingin berinteraksi dengan komputer, bukan manusia. Tetapi mulutnya terus mengalirkan kata-kata, racauan tentang akhir pekannya di sebuah cottage di pulau terpencil. Aku hanya menanggapinya sekilas demi terlihat sopan. Sebenarnya yang ingin kukatakan hanyalah : ”Tinggalkan aku sendiri!”

Lelaki itu baru pergi setelah merasa cukup menyanyah. Aku menatap punggungnya menghilang di balik filing cabinet. Apa yang akan dia pikirkan kelak jika aku mati bunuh diri?

Pesawat telepon berdering. Di ruangan yang masih hening ini, suara itu memonopoli semua bunyi. Aku mengangkatnya enggan.
“Travel Galaksi selamat pagi! Dengan Ratnasari bisa dibantu?” Suara ceriaku tak menunjukkan isi hatiku.
“Selamat pagi, Mbak. Saya ingin memesan tiket ke luar angkasa!” ujar suara itu. Dia terdengar sangat jauh, mungkin ratusan mil dari dunia nyata.
“Maaf, Mas?”
“Saya ingin memesan tiket ke Luar Angkasa!”
“Maaf Mas, kami tidak melayani perjalanan Luar Angkasa!” jawabku masih sabar.
“Saya ingin memesan tiket ke Luar Angkasa untuk dua orang!”
“Tetapi, Mas. Tidak ada yang namanya perjalanan ke Luar Angkasa. Bukankah hal-hal seperti itu hanya dilakukan oleh astronot?”
“Saya ingin memesan tiket ke Luar Angkasa untuk dua orang. Saya akan segera menikah, dan kami berencana untuk berbulan madu di luar angkasa!”
“Maaf, Mas. Saya tidak bisa menolong Mas untuk permintaan itu!” Aku menutup telepon dengan gusar.

Aku mendengus pada pesawat telepon. Orang aneh. Aku membuka program database pemesanan tiket di komputerku. Telepon berdering lagi.
“Travel Galaksi selamat pagi! Dengan Ratnasari bisa dibantu?”
“Mbak Ratnasari…Saya benar-benar minta tolong! Saya ingin memesan tiket ke Luar Angkasa!”
“Mas … travel ini hanya melayani perjalanan dalam angkasa, bukan ke luar angkasa!” jelasku.
“Tapi mbak, benar kan ini Travel Galaksi? Harusnya bisa kan, melayani perjalanan antar galaksi?”
“Mas, itu hanya namanya saja!”
“Tapi Mbak, kami benar-benar HARUS bulan madu di Luar Angkasa!”
“Mas cari travel lain saja. Maaf saya tak bisa membantu!”
“Saya sudah mencari semua travel. Mbak harapan terakhir saya!”
“Tapi saya tak dapat membantu Mas. Kami tidak melayani pemesanan tiket semacam itu!”
“Mbak…saya benar-benar minta tolong. Jika mbak menemukan travel yang bisa membawa saya ke luar angkasa, tolong hubungi saya, Radana, 08223456790!”
Orang itu gila. Itu jelas sekali.

***
Aku pulang dalam keadaan sangat lelah. Dan entah kenapa, suara lelaki yang menelepon paling pagi itu selalu terngiang dalam ingatanku. Lebih aneh lagi, aku bisa mengingat nomer teleponnya. Jika ia segila itu, mungkin ia punya ide yang cemerlang untuk bunuh diriku. Ide untuk jalan-jalan ke Luar Angkasa benar-benar menggodaku. Andai saja benar-benar ada travel yang melayani perjalanan ke Luar Angkasa. Aku bisa bunuh diri di sana, menjatuhkan diri ke ruang hampa gravitasi.

Selesai mandi, aku berbaring menatap langit-langit kamar. Di sudut arah jam dua pandangan mataku, langit-langit itu lembab dan ada rembesan air berwarna kekuningan membentuk gambar dua dimensi. Aku menatapnya lekat-lekat. Mirip seseorang tengah membungkuk menghadap sesuatu, dengan tangan terentang ke belakang memegang belati, bersiap menusuk. Aku mengucek mata, gambar itu hilang, berganti rembesan air yang tidak membentuk sesuatu yang berarti. Hanya rembesan lembab berwarna kuning.

Angka-angka bertaburan dalam ingatanku. Kombinasi sebelas angka yang disebutkan lelaki gila bernama Radana itu tepat urutannya, berbaris seperti sekumpulan prajurit perang.

Kosong. Delapan. Dua. Dua. TIga. Empat. Lima. Enam. Tujuh. Sembilan. Kosong.
Dengan cepat nomer-nomer itu kuketikkan lewat tombol ponselku. Kutekan tombol panggil. Nada tunggu. Satu. Dua. Tiga. Empat. Aku gelisah. Apa yang kulakukan? Menelepon orang asing seperti ini, untuk kepentingan yang abstrak pula? Aku hampir menutup telfonnya ketika ada suara yang menyahut.
“Halo?”
“Mas Radana?”
“Mbak Ratnasari?”
Dia mengenaliku!
“Mbak Ratnasari sudah dapat travel itu ya?”
“Belum…!”
“Oh bagus … saya tidak mau merepotkan Mbak Ratnasari. Saya baru saja diputuskan calon istri saya! Jadi rencana bulan madu ke luar angkasa itu dibatalkan. Mbak Ratnasari belum mencari travel itu kan?”
“Belum..!”
“Oh…!”
“Tapi tiba-tiba saya juga ingin pergi ke luar angkasa!” ucapku tanpa sadar.
“Benarkah? Apakah menurut Mbak Ratnasari kita bisa pergi bersama-sama?”
“Mungkin!” suaraku semakin lirih seperti tercekik. “Apakah kita akan meninggalkan bising bumi jika kita pergi? Apakah kita bisa santai terus menerus dan tak usah berlari terengah-engah untuk mengejar yang lain? Apakah kita bisa menikmati hidup dan bahagia di sana?”
“Saya belum tahu, Mbak!”
“Mas, Apakah kita hanya bulan madu atau tinggal disana?” Pertanyaanku semakin absurd.
“Kita lihat saja nanti keadaannya. Jika memungkinkan tempat kita terdampar itu ditinggali oleh manusia, mungkin kita akan membentuk koloni baru di sana. Untuk bersiap-siap, saya akan membawa sepasang kambing untuk diternakkan.”
“Kambing? Mengapa kambing?”
“Hanya itu daging yang bisa saya makan. Saya sangat menyukai daging kambing.”

***
Aku sudah mencoret semua kemungkinan mati di dunia. Kemungkinan aku akan melepaskan nyawaku di Luar Angkasa sungguh membuatku sangat bersemangat. Menarik, karena kita tak tahu apa yang akan terjadi di sana. Berapa lama kita akan bertahan di atmosfir yang tidak dikenali ritme tubuh kita? Apa yang akan kita lakukan di sana? Semua pemikiran itu membuatku menekuni situs-situs pencari. Mencari berbagai kemungkinan kehidupan di luar angkasa. Dan jika tak ada kehidupan di sana, jadilah.

Itu adalah cara bunuh diri yang paling fantastis. Bunuh diri bombastis.
Tubuh manusia didesain untuk berada dalam pengaruh gravitasi. Beberapa kosmonot yang pernah dikirim ke luar sana mengalami penurunan massa otot dan tulang sekitar 15 persen. Butuh tiga hari bagi mereka dapat mengembalikan kekuatan tubuh mereka untuk bergerak dalam pengaruh gravitasi. Semakin kita menjauhi bumi, semakin mendekati Jupiter, tulang kita akan mulai retak. Lalu saat kita mencapai Saturnus, tulang kita hancur karena terlalu lama berada pada lingkungan dengan gravitasi nol.
Tentunya dengan seorang pengikut, bunuh diri itu seperti legal. Karena ada yang membantuku melakukannya. Biar Radana yang mendapat imbas resikonya.
Esoknya aku pergi kerja dengan hati riang. Senang rasanya memiliki rencana.

Memiliki rencana dan menikmati prosesnya membuatku merasa hidup. Ironisnya, aku tengah merencanakan kematianku. Tapi aku yakin aku mati bahagia, karena aku yang memilih.

Radana meneleponku pada sore hari, mengabarkan hal yang membuatku girang. Dia yakin bahwa makhluk luar angkasa tak kasat mata pernah mendarat di bumi untuk melakukan bulan madu luar angkasa di Bumi. Menurutnya, Patung Dirgantara di Pancoran itu adalah salah satu stasiun transmisi mereka. Alien-alien dari berbagai penjuru galaksi berbondong-bondong pergi ke bumi untuk merayakan kopulasi mereka. Bumi adalah tempat favorit untuk reproduksi. Seminggu di Bumi, mereka pulang membawa benih anak-anak mereka yang tersimpan dalam kepala yang bervolume besar. Ingatkah UFO yang sempat terlihat di Jakarta beberapa waktu lalu? Mereka lupa memasang tabir penyembunyi saat mereka hendak mendarat di Patung Dirgantara.

Dia mengajakku pergi akhir pekan ini. Kami akan memanjat stasiun luar angkasa itu pada tengah malam, karena jadwal keberangkatan memang selalu disetel tengah malam, tatkala tak banyak mobil dan manusia berlalu lalang.

Stasiun Luar Angkasa itu sungguh berdebu. Baru saja kusentuhkan tanganku, debu hitam berminyak menempel tebal di telapakku. Bentuk tapak tanganku tertinggal di kaki patung berusia 42 tahun itu. Radana memberiku sarung tangan khusus yang bisa menempel dalam permukaan berdebu dan licin.

Kami mulai memanjat pukul satu pagi. Saat itu lalu lintas lengang, tak ada yang memerhatikan dua manusia memanjat patung setinggi 38 meter. Kami merangkak naik, pelahan, sambil menikmati desir angin, sesekali saling memandang penuh semangat.

Kami tiba di puncak voetstuk dengan tubuh yang kotor. Masih sebelas meter lagi untuk mencapai kepala patung, tetapi Radana bilang, Stasiun Luar Angkasa ini memang terletak di kaki sang patung perunggu seberat 11 ton tersebut. Tak ada tanda-tanda bahwa ini adalah sebuah stasiun yang menghubungkan bumi dengan planet-planet dan benda luar angkasa lain. Hanya dingin yang menusuk menggeletukkan gigi. Tak ada satupun benda yang mirip pesawat atau kendaran apapun.

Radana tampak tengah berada di loket tak terlihat, membeli karcis yang tak terlihat. Di tempat yang sama, ia seperti membuka pintu yang tak kasat mata, mengajakku serta. Tetapi kakiku keram dan tak dapat digerakkan karena dingin ini. Radana meloncat. Berteriak bahagia.
“Bulan madu luar angkasaaaaaa …. Kami datang!”
Aku melihatnya jatuh. Seperti gerakan slow motion dalam film. Dia melewati penyangga Patung Pancoran, semakin lama semakin ke bawah. Lalu. Brukkkk. Badannya berserakan di aspal.

Aku menatapnya dalam tubuh yang beku. Dalam ketakutan yang mencekam. Dalam horor akan kematian yang mengerikan. Aku tetap diam di sana hingga ada orang yang menemukan mayat Radana. Aku tetap menggigil hingga ada orang yang menyadari keberadaanku di puncak patung Dirgantara. Aku tetap diam ketika mereka mengevakuasiku dan membawaku turun.
Aku tetap diam.

7:26 PM | Posted in , | Read More »

Cermin

Perempuan itu datang saat lelaki itu pergi. Aku bahkan belum selesai melambaikan tangan perpisahan pada lelaki itu, tetapi dia sudah di sana, ribut minta perhatian. Kurang lebih, perempuan ini mirip dengan aku. Hanya saja dia sedikit lebih tinggi. Lebih tirus. Lebih langsing. Lebih menggemaskan. Lebih menggairahkan. Lebih. Stop. Aku tak perlu seseorang membanding-bandingkan diriku dengannya.

Perempuan ini tiba-tiba muncul saat aku tengah bercermin, memandangi wajahku dan membencinya. Dengan gayanya yang sok tahu, dia mengajukan beberapa pertanyaan mengesalkan padaku. Tepat di saat aku tidak ingin diingatkan tentang masalah itu.
“Jadi sekarang kamu sendirian lagi?” tanyanya sambil meniup-niup kuku yang baru saja ia warnai merah menyala. Aku tidak menjawab, hanya memerhatikan kuku menyala perempuan ini. Aku tak pernah cocok memakai kuteks warna merah menyala. Jari-jariku tidak panjang dan lentik, warna merah malah membuatnya semakin terlihat mungil.
“Iri ya liat aku pake kuteks?” tanyanya.
Aku memalingkan muka sambil mendengus.
“Mantan pacarmu itu tak suka ya lihat kukumu pake kuteks?” Dia berkata lagi, sengaja memperolokku. “Sekarang sudah boleh kok kalau kamu mau, nih!” ujarnya sambil mengangsurkan kuteks merah menyala itu ke hadapanku. Aku menolaknya. Tidak.
“Jadi ngomong-ngomong, kalian putus gara-gara kuteks, ya?”
Hah? Rasanya ingin sekali aku menyumpal mulutnya yang lancang itu. Apa sih maksudnya?
“Ngapain sih kamu di sini? Pergi sana!”
Perempuan yang mirip denganku itu bangkit dari meja rias tempatnya duduk, kini pindah ke sudut ranjang.
“Seolah-olah lo bisa ngusir gue aja,” gumamnya sambil masih meniup-niup kuku lalu merentangkan tangannya, melihat seberapa rapi pekerjaannya mengecat kuku.
“Sebenarnya kamu siapa, sih? Ngapain kamu di sini?”
“Pake nanya kamu siapa, lagi! I am you, you are me.” Jelasnya sambil menunjuk dadaku dan dadanya.
“Aku gak bitchy kayak kamu,” kataku sambil meneruskan kegiatanku menatap parasku di cermin. Dia berdiri di belakangku sambil tertawa-tawa sebagai reaksi atas kata-kataku barusan, pantulan tubuhnya yang mendekati sempurna tergambar di cermin.
“Face it, dear. Deep inside your heart, you’re a bitch!” oloknya.
Aku melempar sisir yang kupegang ke arahnya. Dia menghilang dan kembali menjelma di meja rias.
“You’re so annoying!” desisku.
“Hey, it’s better me who annoys you, dibandingin mantan pacar kamu yang payah itu. Tiap hari kamu melamun mikirin dia, nyesel kenapa dulu mutusin dia. Buat apa?”
“Buat apa?” sergahku. “I love him. He’s the best thing ever came into my love life. And for your information, my love life was used to be suck!”
“It still sucks, dear. Believe me.” Dia mengingatkan sambil cengengesan.
“Get lost!” desisku lagi.
“Hey … hey… chill out!”
“No, I can’t chill out while you’re still here and bug me! Just get outta here!”
“I’m coming here to help you. You’re such a mess. Look at you! How can anyone notice you if you keep showing up like this?” tanyanya sambil menunjuk wajah pucat pasi yang terpantul di cermin.
“Bodo,” seruku sambil berjalan ke ranjang, berbaring, dan menutupi seluruh tubuhku dengan bed cover, berharap perempuan pengganggu itu enyah.

Aku memejamkan mata, berharap agar bisa tidur. Tetapi malah wajah lelaki itu yang tergambar lagi. Kilasan-kilasan ingatan saat bersamanya tergambar lagi. Urat-urat tangannya yang menonjol, menciptakan sungai-sungai nadi di kulitnya. Dulu, aku senang membelai nadinya itu, menelusuri asalnya, dari mana dia mulai menonjol. Pelahan, seperti sedang mencari jejak. Dan dia akan membelai rambutku. Mata kami terpancang pada televisi, seolah-olah itulah hal paling menarik bagi kami. Tetapi padahal sebenarnya–setidaknya aku—hatiku berdesir, ingin menyentuhnya lebih lagi.
Perempuan pengganggu itu sepertinya sudah pergi. Suara-suara di sekitarku memudar, dan kutemukan tidur yang pulas.

Dua
“Kenapa matamu sembab?” tanyaku pada perempuan yang sedang membersihkan wajahnya dengan toner itu.
 “Kebanyakan tidur,” jawabnya.
“Boong. Abis nangis, kan?” tanyaku lagi.
“Nah itu tau ngapain nanya?”
“Cuma ngecek aja, apa kamu sudah jujur sama diri sendiri. Ternyata belum.”
“Terserahlah.”
“Nangisin apa?”
Dia tidak menjawab, hanya menatapku tajam sambil membuang kapas kotor ke tempat sampah di sebelah meja rias.
“Oh, mantan pacar kamu lagi, ya?”
Kini dia pura-pura tidak mendengarku, asyik mencolek krim malam dan mengaplikasikannya di wajahnya.
“Udahlah, berhenti mikirin dia. Masih banyak cowok … “
“…di luar sana. Ya ya ya. Aku tahu. Everybody says so.” Potongnya sambil memutar mata.
“Ya udah, ngapain nyiksa diri kayak gitu? Apa? Kamu mau datengin dia? Mau nyembah-nyembah di kakinya minta dia kembali? Mau minta maaf mohon-mohon buat sesuatu yang kamu sendiri bingung apakah kamu telah melakukannya? Iya? Gih pergi aja sana. Taruhan. Hebat kalo kamu enggak ditendang pergi,” aku mengatakan itu sambil terbahak. Lucu aja melihat dia cemberut dan menatapku seperti ingin membunuhku.
“Aku memang ingin membunuhmu,” desisnya.
“Sampai kapan kamu mau begini terus?”
“Sampai dia sadar kalau aku tidak bersalah,”
“Bagaimana dia tahu kalau kamu tidak bersalah?”
“Bicara padanya.”
“Apakah bicara padanya melibatkan proses membujuk, mengiba, lalu menyembah di kakinya?”
Dia mencibir.
“Iya ya? Begitu ya caranya?”
Wajahnya memucat memikirkan kemungkinan harus memeluk kaki lelaki itu dan mengiba, memohon agar diterima kembali.
“Tidak.” Ucapnya singkat.
“Lalu bagaimana?”
“Tidak tahu, aku belum pikirkan.”
“Kenapa juga sih kamu ingin kembali?”
“He’s the best thing ever came to my love life, okay? He’s the best kiss I’ve ever had. He’s the closest thing to a real relationship.”
“Ah, your real relationship is shit.”
“You don’t have to remind me.”
“Hmm, oke. Jadi kamu pengen balik karena ciumannya, ya?”
Dia mendelik.
“Nggak cuma itu. I love the way he holds me.” Ujarnya dengan mata mengawang-awang seperti sedang membayangkan peristiwa itu sedang terjadi.
“Does it comfort you?”
“Ummm, actually? No. But I like the way he cuddling me.”
“No? Why?”
“I don’t know. It was just something. Something wrong. Something not in its place.”
“What do you mean?”
“I don’t know what I mean. Why you ask?” dia bertanya dengan suara meninggi.
“Okay, okay. You’re grumpy old woman.”
“I’m not an old woman. I’m twenty five.”
“ I know that.”
“Who acts like seventeen,” tambahnya sambil jatuh tepekur. “Kenapa sih kami harus putus? I put my hope high on him. He’s gonna be the man I’d sleep with every day.”
“Why did you still not get the point?”
“What point?”
“Stop complaining. Focus on your next move. He’s not for you. He’s not that in to you. You throw him out after he knocked you down. You get hurt, then you refuse to feel hurt because of him anymore, and bum. He’s gone now.”
“He’s gone and then you came, you bitch!”
“I am a bitch. You should learn from me.”
“Seriously. You’re so annoying. I don’t need you to help me out of this situation. I can handle this myself.”
“You don’t seems you are,” ujarku. Dia menghentikan semua kegiatannya dan mengalihkan perhatian sepenuhnya padaku.
“I will,”
“Ya udah. Terserah kamu. Cuma aku males aja klo harus liat kamu nangis-nangis lagi. Ga penting, tau!”
“I love him,” katanya keukeuh.
“I know.”
“You have no idea how does it felt,”
“Sok tahu. I was there when you’re kiss. In fact, I’m the one who kiss him. Hahaha,” kataku jumawa. Dia jelek sekali kalau cemberut.
“Siaaaaal!” Teriaknya sambil melemparku dengan guling. Aku tak sempat mengelak dan menghilang dari pandangannya.

Tiga
Aku langsung mencarinya begitu masuk kamar. Aku bahkan tak sempat membuka sepatu boot Zara yang kukenakan dan langsung berjalan menuju cermin, menginjak karpet tebal dengan sol sepatuku.
“Hey…bitch! Where are youuuu?’ teriakku. Tiba-tiba aku merasakan kebutuhan mendesak untuk berbicara dengan perempuan berkuteks merah yang senang menggangguku itu. Perempuan itu tak muncul. Sebagai gantinya, di hadapanku, berdiri pantulan wajahku. Tampak lelah, tetapi berseri-seri. Ada rona merah di pipi.
Aku tersenyum pada bayanganku. Dia balas tersenyum.
“Ah, sebaiknya aku mandi,” gumamku sambil melepaskan satu-satu benda-benda yang melekat di tubuhku.

Empat
Sudah lama aku tidak mendatangi gadis patah hati yang baru putus itu. Sepertinya dia sudah tidak membutuhkanku lagi. Maka saat aku kembali muncul di hadapannya, aku agak terkejut karena dia sangat berubah. Tak ada lagi mata sembab karena kebanyakan menangis, tak ada lagi muka yang ditekuk. Bahkan, kini kukunya pun berkuteks. Tidak merah sih, tapi ya … berkuteks! Hahaha.

Dia menghadapiku dengan tenang, tidak dengan kebencian seperti sebelumnya. Dan sepertinya, dia memang menanti-nanti kedatanganku.
“Kamu kemana aja?”
“Ada,” jawabku standar.
“Aku mau cerita,”
“Tumben,”
Dia menyeringai seperti kucing Cheshire. “Hihi, malu,” ujarnya. Ah, minta ditoyor nih.
“Kenapa, kamu balikan lagi sama mantan pacar kamu itu?”
Dia hanya senyum-senyum sok misterius.
“Aku baca cerpen.” Akunya.
“Memangnya kenapa kalau kamu baca cerpen?”
“Cerpen itu memberiku inspirasi,”
“Inspirasi untuk apa?”
“Untuk mengajak seseorang bermuak-muakan,”
“Hah? Maksudnya?”
“Jadi begini, penulis cerpen itu bilang, dia juga sebenarnya terinspirasi dari salah satu episode Gossip Girl, ‘Let’s Get Sick of Each Other’.”
“Jadi?”
“Jadi aku mengikuti apa yang ada di cerpen itu. Aku mengajak seseorang, a particular stranger, to get sick of each other for a couple days,”
“Dia mau?”
“I took a break for a while from office, lalu pergi ke Bali bersamanya,”
“Siapa dia?”
“Only a stranger,”
“Lalu?”
“We get sick of each other! Hahahaha. Then I found myself back. My truly me, aku tanpa embel-embel apa-apa. Bukan aku yang pacarnya Gilang. Eh lupa, aku sama Gilang udah putus, ya? Hahaha,”
“Jadi kamu melupakan Gilang begitu saja dan jatuh cinta sama si orang asing ini?”
“Enggak kayak gitu juga sih, aku jadi mengikhlaskan Gilang. Aku ga menye-menye lagi kepingin dia balik.”
“So you get a new kiss?”
“Hahaha,”
“Lalu bagaimana dengan si orang asing ini? Apa yang terjadi di Bali?”
“Nothing, we just get sick of each other, we promise not to seeing each other again.”
“Really?”
“Yes, I will find someone, someone who’s not a stranger. Someone Mr. Right.”
“Congrats, then, I guess you wont need me anymore,” ujarku, tiba-tiba merasa sedih karena harus meninggalkannya.
“Why? Kamu masih boleh berkunjung ke sini kok kapan-kapan,”
“Kenapa? You’re blend with me now. You’re the same bitch with me now,”
Dia tertawa, tampak lepas. Lalu aku pergi, mencari gadis patah hati lain yang butuh bantuan.

From: Kompas.com

7:23 PM | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented